rasa dalam kata [3]

January 27th, 2009

setelah perkenalan singkat yang dipromotori managerku, maka, resmi pula hari pertamaku sebagai orang kantoran.

kubikal yang kuperolaeh tidak terlalu mengecewakan, bahkan bisa dibilang cukup menyenangkan. berada di koridor barat, jika kubalikkan badan dan menembus kaca jendela, tampak halaman belakang SMA 3 kota R, halaman yang disulap menjadi lapangan basket. kubikal transparan dengan sekat yang bahkan hanya sanggup melindungi setengah LCD laptopku saat dibuka.

tak banyak yang kuingat di hari pertamaku, hanya Reni, sekretaris departemen yang kubikalnya tepat berada di samping kananku yang sempat mengajakku mengobrol, itupun tidak banyak, obrolan pertama mengenai amplop titipan HRD yang berisi detail account email, intranet dan ID cardku. Roy, yang kubikalnya tepat berhadapan denganku, bahkan baru bisa kueja namanya dengan benar saat kami bertemu dalam rapat mingguan di hari Senin berikutnya, itu berarti 4 hari setelah hari pertamaku.

sebelah kiriku ada kubikal kosong, meja kerja yang tak begitu luas itu penuh dengan tumpukan dokumen. kertas-kertas yang nantinya menjadi bagian keseharianku. di depan Reni, sebelah kiri Roy, kubikal kosong tanpa meja, ada mesin fotokopi disana, serta laci-laci rendah yang berisi ATK. sebelah kanan Roy adalah kubikal milik Hadi, di hari pertamaku dia tidak kelihatan, sedang di kota S, di tempat salah satu client kami.

2 Responses to “rasa dalam kata [3]”

  1. dadan Says:

    hoho.. mau bikin cerpen cak ?
    eh kubikal kuwi opo to?

  2. devie Says:

    ntahlah cak, pokok dirangkai saja, tiap sketsa yang dirangkai pasti jadi sebuah kesatuan. :D berusaha konsisten aja ini.

    kubikal itu caraku menyebut sekat2 di office itu lho, partisi2.

Leave a Reply