tak ada kata lagi

“itu cuman cintanya anak kecil, cinta monyet”, begitu kau bilang kepadaku tentang tanggapan mamamu akan cerita-ceritamu, dan kaupun lantas tertawa renyah seperti menggodaku. sedang aku, hanya tersenyum kecut diujung telepon ini.

“kau tahu?”

“apa?”

“banyak hal yang sebenarnya ingin kubincangkan denganmu, tapi semuanya selalu hilang saat kau meneleponku”, begitu perlahan kau mengucap ini.

“coba kau tulis, akan kubaca jika kau mengijinkan.”

“ya, aku sudah menulisnya, selalu. tapi soal ijin itu? eh hhmmmmm, nanti dulu deh”, dan tawamu meledak lagi.

“dasar!!! kapan kau pulang?”

“belum tahu, banyak hal yang belum selesai. kangen banget ma rumah padahal”, ada desir kecewa yang kutangkap. ya, aku tahu, kau begitu sibuk disana.

dan tiba-tiba semuanya sunyi.

tak ada kata lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>