Archive for the 'prosa liris' Category

senyum

Thursday, October 22nd, 2009

pagi itu, hari kamis di tengah Februari yang basah. mata masih memerah setelah begadang dengan kawan sekolah menengah dulu. setengah sadar kumasuki pintu kamar hotel di tengah bilangan kota Malang. tanggungan report yang harus sampai ke Surabaya sebelum jam masuk kantor mencegahku untuk memejamkan mata.

report sudah selesai, tapi hati masih saja bergejolak. ada rindu diantara desah nafas yang masih berusaha beradaptasi dengan dingin udara Malang. rindu kepada bait senyum yang beberapa malam lalu masih sempat kutemui.

tiba-tiba, jari tak mau berhenti bergerak, rangkaian kata terangkai dalam kotak pesan. beberapa menit kemudian, setelah pertengkaran antara hati dan logika, pesan yang nyaris terdiri dari 1.000 karakter itu berbalas. mengabarkan tentang senyum yang saat itu aku rindukan baru saja tersungging disana, di Surabaya, kota yang mempertemukan kami.

dan akupun juga tersenyum. membayangkan senyum manis itu baru saja tersungging dengan indahnya.

rasa dalam kata [3]

Tuesday, January 27th, 2009

setelah perkenalan singkat yang dipromotori managerku, maka, resmi pula hari pertamaku sebagai orang kantoran.

kubikal yang kuperolaeh tidak terlalu mengecewakan, bahkan bisa dibilang cukup menyenangkan. berada di koridor barat, jika kubalikkan badan dan menembus kaca jendela, tampak halaman belakang SMA 3 kota R, halaman yang disulap menjadi lapangan basket. kubikal transparan dengan sekat yang bahkan hanya sanggup melindungi setengah LCD laptopku saat dibuka.

tak banyak yang kuingat di hari pertamaku, hanya Reni, sekretaris departemen yang kubikalnya tepat berada di samping kananku yang sempat mengajakku mengobrol, itupun tidak banyak, obrolan pertama mengenai amplop titipan HRD yang berisi detail account email, intranet dan ID cardku. Roy, yang kubikalnya tepat berhadapan denganku, bahkan baru bisa kueja namanya dengan benar saat kami bertemu dalam rapat mingguan di hari Senin berikutnya, itu berarti 4 hari setelah hari pertamaku.

sebelah kiriku ada kubikal kosong, meja kerja yang tak begitu luas itu penuh dengan tumpukan dokumen. kertas-kertas yang nantinya menjadi bagian keseharianku. di depan Reni, sebelah kiri Roy, kubikal kosong tanpa meja, ada mesin fotokopi disana, serta laci-laci rendah yang berisi ATK. sebelah kanan Roy adalah kubikal milik Hadi, di hari pertamaku dia tidak kelihatan, sedang di kota S, di tempat salah satu client kami.

hujan

Tuesday, January 27th, 2009

matari tampak lelah
sudah beberapa bulan ini dia terus-terusan merenggang panas
sendiri, tanpa canda tawa awan dan hujan
menjadi satu-satunya penguasa langit siang

hujan baru saja mengenakan mantelnya
titik-titik air sudah pula disiapkannya
tak lupa disapanya sang awan dari jauh
”tolong bantu aku, kau halangi sebentar matari”

awan baru saja sampai dari perjalanan panjangnya diatas pasifik
ada sedikit rindu yang terpendam
kepada hujan yang lama tak ditemani
kepada matari yang lama tak digoda

matari tersenyum
mendengar sapa hujan kepada awan
dia tahu, sebentar lagi dia bisa sedikit beristirahat
memberi kesempatan hujan dan awan

masa, pelan-pelan berubah

hujan marah
awan tak juga datang seperti pintanya
matanya membelalak, menatap sadis kepada angin yang tersenyum bahagia
padahal, mantel dan titik-titik air sudah terlalu menganggu pundaknya

angin begitu ceria
rindunya kepada awan terpenuhi
puas hatinya menggoda awan
bercengkerama kesana kemari

“pa, kok tidak jadi hujan? padahal tadi awannya sudah gelap, petir juga sudah terdengar nyaring?”

“sebentar nak, mungkin angin sedang melepas rindunya dengan sang awan atau mungkin matari masih merasa sanggup merenggang panas, bersabarlah, hujan pasti datang, pasti, dia sudah berjanji padamu kemarin.”

ulduz

Sunday, January 25th, 2009

setengah purnama nyaris terlewat mata
seperti kata yang pernah kau eja, kuredam rindu dendam

pada malam
pada bintang
yang nyata lebih setia

aku merindu, pada rima bait katamu
pada sajak yang membuatku menduakan ulduz

PS: ulduz adalah kata lain untuk bintang dalam bahasa Azeri, bahasa resmi untuk Azerbaijan