<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kata kata &#187; sajak</title>
	<atom:link href="http://kata.devie.or.id/category/sajak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kata.devie.or.id</link>
	<description>tentang rasa dan asa yang terpaut</description>
	<lastBuildDate>Thu, 22 Oct 2009 14:26:19 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>selamat pagi</title>
		<link>http://kata.devie.or.id/2009/04/selamat-pagi/</link>
		<comments>http://kata.devie.or.id/2009/04/selamat-pagi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Apr 2009 04:47:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>devie</dc:creator>
				<category><![CDATA[sajak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kata.devie.or.id/?p=65</guid>
		<description><![CDATA[pagi kembali hadir,
memaksa gelap menyingkir ke tepi cakrawala.
tak ada embun
tak jua kabut.
meski teramat biasa,
selalu ada harap di mula hari.
selamat pagi, Perempuanku.
&#8230; &#8230; &#8230; &#8230; &#8230;
sinar matahari mulai menguasai dengan terangnya,
mengusir kelam yang semalam mendekapku dalam lelap,
kaupun tak mau kalah dengannya,
menghadirkan kata yang membuatku membuka mata.
dan akhirnya,
selamat pagi kukirim juga.
selamat pagi.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>pagi kembali hadir,<br />
memaksa gelap menyingkir ke tepi cakrawala.</p>
<p>tak ada embun<br />
tak jua kabut.<br />
meski teramat biasa,<br />
selalu ada harap di mula hari.</p>
<p>selamat pagi, Perempuanku.</p></blockquote>
<p>&#8230; &#8230; &#8230; &#8230; &#8230;</p>
<blockquote><p>sinar matahari mulai menguasai dengan terangnya,<br />
mengusir kelam yang semalam mendekapku dalam lelap,<br />
kaupun tak mau kalah dengannya,<br />
menghadirkan kata yang membuatku membuka mata.</p>
<p>dan akhirnya,<br />
selamat pagi kukirim juga.</p>
<p>selamat pagi.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kata.devie.or.id/2009/04/selamat-pagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>selamat malam</title>
		<link>http://kata.devie.or.id/2009/04/selamat-malam/</link>
		<comments>http://kata.devie.or.id/2009/04/selamat-malam/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Apr 2009 23:10:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>devie</dc:creator>
				<category><![CDATA[sajak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kata.devie.or.id/?p=63</guid>
		<description><![CDATA[lama tak kurangkaikan salam malam kepadamu.
bait-bait tentang kelam.
frasa-frasa pemuja bintang.
lama tak kukirimkan selimut kata kepangkuanmu.
rima yang terangkai di akhir.
makna yg merekahkan senyummu.
selamat malam, Kekasihku.
ijinkan kelam memelukmu.
menghadirkan hangat rembulan dalam limpahan kerlip bintang.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>lama tak kurangkaikan salam malam kepadamu.<br />
bait-bait tentang kelam.<br />
frasa-frasa pemuja bintang.</p>
<p>lama tak kukirimkan selimut kata kepangkuanmu.<br />
rima yang terangkai di akhir.<br />
makna yg merekahkan senyummu.</p>
<p>selamat malam, Kekasihku.<br />
ijinkan kelam memelukmu.<br />
menghadirkan hangat rembulan dalam limpahan kerlip bintang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kata.devie.or.id/2009/04/selamat-malam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>sajak untuk penyair hati</title>
		<link>http://kata.devie.or.id/2009/01/sajak-untuk-penyair-hati/</link>
		<comments>http://kata.devie.or.id/2009/01/sajak-untuk-penyair-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jan 2009 02:24:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>devie</dc:creator>
				<category><![CDATA[sajak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kata.devie.or.id/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[kau dan aku seperti kehilangan kata
terkungkung diam dalam dekapan sunyi
entah berapa malam telah terlewati
entah pula berapa pagi yang telah  berganti
sejak bait jinggamu yang terakhir,
tak lagi kutemukan rangkaian  katamu yang suci
apa yang kau pinta duhai penyair hati
sajak kata yang selama ini kita  bagi
atau sajak kehidupan yang akan kita rangkai berdua,
yang bait dan  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>kau dan aku seperti kehilangan kata<br />
terkungkung diam dalam dekapan sunyi<br />
entah berapa malam telah terlewati<br />
entah pula berapa pagi yang telah  berganti<br />
sejak bait jinggamu yang terakhir,<br />
tak lagi kutemukan rangkaian  katamu yang suci</p>
<p>apa yang kau pinta duhai penyair hati<br />
sajak kata yang selama ini kita  bagi<br />
atau sajak kehidupan yang akan kita rangkai berdua,<br />
yang bait dan  rimanya mampu menyatukan rasa</p>
<p>dan pagi ini<br />
pagi kesekian kali lagi,<br />
sejak sajak jinggamu yang  terakhir</p>
<p><em>*cukup dev! ndak usah melankolis sok romantis. enough! kembali fokus sana, fokus ke hal lain yang jelas nyata dan lebih essenstial! enough and stay focus! fight!</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kata.devie.or.id/2009/01/sajak-untuk-penyair-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>berganti pahatan nama dipasir yang tak kekal</title>
		<link>http://kata.devie.or.id/2009/01/berganti-pahatan-nama-dipasir-yang-tak-kekal/</link>
		<comments>http://kata.devie.or.id/2009/01/berganti-pahatan-nama-dipasir-yang-tak-kekal/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Jan 2009 18:06:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>devie</dc:creator>
				<category><![CDATA[sajak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kata.devie.or.id/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[sepi ini
sunyi ini
sendiri ini
hanya aku yang merasa
tak ada kau maupun dia
begitu juga mereka
semuanya hilang terbang
menyisakan luka dalam gelapnya kelam
aku tak sedang merajuk
tak juga menangis
semuanya nyata untukku
kau, dia, mereka
berganti pahatan nama dipasir yang tak kekal
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>sepi ini<br />
sunyi ini<br />
sendiri ini<br />
hanya aku yang merasa<br />
tak ada kau maupun dia<br />
begitu juga mereka<br />
semuanya hilang terbang<br />
menyisakan luka dalam gelapnya kelam</p>
<p>aku tak sedang merajuk<br />
tak juga menangis<br />
semuanya nyata untukku<br />
kau, dia, mereka<br />
berganti pahatan nama dipasir yang tak kekal</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kata.devie.or.id/2009/01/berganti-pahatan-nama-dipasir-yang-tak-kekal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>maaf</title>
		<link>http://kata.devie.or.id/2009/01/maaf/</link>
		<comments>http://kata.devie.or.id/2009/01/maaf/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Jan 2009 18:02:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>devie</dc:creator>
				<category><![CDATA[sajak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kata.devie.or.id/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[

jalan ini
jalan yang pernah kulewati
waktu itu
saat matahari mulai malu menampakan wajanya
ketika titik demi titk air mulai jatuh dari langit
dan kau tersenyum malu dibalik tirai penutup jendela kamarmu
jalan ini
jalan yang selalu menemaniku
setiap saat
ketika hati ini merindu sejuknya embun
yang selalu hadir saat kerling manismu menyapa
jalan ini
jalan yang melukaiku
merobek setiap baris kenangan indahku
saat maaf itu harus kuucap kepadamu
maaf

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="main">
<div class="snap_preview">
<p>jalan ini<br />
jalan yang pernah kulewati<br />
waktu itu<br />
saat matahari mulai malu menampakan wajanya<br />
ketika titik demi titk air mulai jatuh dari langit<br />
dan kau tersenyum malu dibalik tirai penutup jendela kamarmu</p>
<p>jalan ini<br />
jalan yang selalu menemaniku<br />
setiap saat<br />
ketika hati ini merindu sejuknya embun<br />
yang selalu hadir saat kerling manismu menyapa</p>
<p>jalan ini<br />
jalan yang melukaiku<br />
merobek setiap baris kenangan indahku<br />
saat maaf itu harus kuucap kepadamu</p>
<p>maaf</p></div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kata.devie.or.id/2009/01/maaf/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
