<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kata kata</title>
	<atom:link href="http://kata.devie.or.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kata.devie.or.id</link>
	<description>tentang rasa dan asa yang terpaut</description>
	<lastBuildDate>Wed, 13 Oct 2010 06:11:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>senyum</title>
		<link>http://kata.devie.or.id/2009/10/senyum/</link>
		<comments>http://kata.devie.or.id/2009/10/senyum/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Oct 2009 14:26:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>devie</dc:creator>
				<category><![CDATA[prosa liris]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kata.devie.or.id/?p=68</guid>
		<description><![CDATA[pagi itu, hari kamis di tengah Februari yang basah. mata masih memerah setelah begadang dengan kawan sekolah menengah dulu. setengah sadar kumasuki pintu kamar hotel di tengah bilangan kota Malang. tanggungan report yang harus sampai ke Surabaya sebelum jam masuk &#8230; <a href="http://kata.devie.or.id/2009/10/senyum/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div>
<p>pagi itu, hari kamis di tengah Februari yang basah. mata masih memerah setelah begadang dengan kawan sekolah menengah dulu. setengah sadar kumasuki pintu kamar hotel di tengah bilangan kota Malang. tanggungan <em>report</em> yang harus sampai ke Surabaya sebelum jam masuk kantor mencegahku untuk memejamkan mata.</p>
<p><em>report</em> sudah selesai, tapi hati masih saja bergejolak. ada rindu diantara desah nafas yang masih berusaha beradaptasi dengan dingin udara Malang. rindu kepada bait senyum yang beberapa malam lalu masih sempat kutemui.</p>
<p>tiba-tiba, jari tak mau berhenti bergerak, rangkaian kata terangkai dalam kotak pesan. beberapa menit kemudian, setelah pertengkaran antara hati dan logika, pesan yang nyaris terdiri dari 1.000 karakter itu berbalas. mengabarkan tentang senyum yang saat itu aku rindukan baru saja tersungging disana, di Surabaya, kota yang mempertemukan kami.</p>
<p>dan akupun juga tersenyum. membayangkan senyum manis itu baru saja tersungging dengan indahnya.</p></div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kata.devie.or.id/2009/10/senyum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>selamat pagi</title>
		<link>http://kata.devie.or.id/2009/04/selamat-pagi/</link>
		<comments>http://kata.devie.or.id/2009/04/selamat-pagi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Apr 2009 04:47:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>devie</dc:creator>
				<category><![CDATA[sajak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kata.devie.or.id/?p=65</guid>
		<description><![CDATA[pagi kembali hadir, memaksa gelap menyingkir ke tepi cakrawala. tak ada embun tak jua kabut. meski teramat biasa, selalu ada harap di mula hari. selamat pagi, Perempuanku. selamat pagi. &#8230; &#8230; &#8230; &#8230; &#8230; sinar matahari mulai menguasai dengan terangnya, &#8230; <a href="http://kata.devie.or.id/2009/04/selamat-pagi/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>pagi kembali hadir,<br />
memaksa gelap menyingkir ke tepi cakrawala.</p>
<p>tak ada embun<br />
tak jua kabut.<br />
meski teramat biasa,<br />
selalu ada harap di mula hari.</p>
<p>selamat pagi, Perempuanku.</p>
<p>selamat pagi.</p>
<p>&#8230; &#8230; &#8230; &#8230; &#8230;</p>
<p>sinar matahari mulai menguasai dengan terangnya,<br />
mengusir kelam yang semalam mendekapku dalam lelap,<br />
kaupun tak mau kalah dengannya,<br />
menghadirkan kata yang membuatku membuka mata.</p>
<p>dan akhirnya,<br />
selamat pagi kukirim juga.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kata.devie.or.id/2009/04/selamat-pagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>selamat malam</title>
		<link>http://kata.devie.or.id/2009/04/selamat-malam/</link>
		<comments>http://kata.devie.or.id/2009/04/selamat-malam/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Apr 2009 23:10:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>devie</dc:creator>
				<category><![CDATA[sajak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kata.devie.or.id/?p=63</guid>
		<description><![CDATA[lama tak kurangkaikan salam malam kepadamu. bait-bait tentang kelam. frasa-frasa pemuja bintang. lama tak kukirimkan selimut kata kepangkuanmu. rima yang terangkai di akhir. makna yg merekahkan senyummu. selamat malam, Kekasihku. ijinkan kelam memelukmu. menghadirkan hangat rembulan dalam limpahan kerlip bintang.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>lama tak kurangkaikan salam malam kepadamu.<br />
bait-bait tentang kelam.<br />
frasa-frasa pemuja bintang.</p>
<p>lama tak kukirimkan selimut kata kepangkuanmu.<br />
rima yang terangkai di akhir.<br />
makna yg merekahkan senyummu.</p>
<p>selamat malam, Kekasihku.<br />
ijinkan kelam memelukmu.<br />
menghadirkan hangat rembulan dalam limpahan kerlip bintang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kata.devie.or.id/2009/04/selamat-malam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>sajak untuk penyair hati</title>
		<link>http://kata.devie.or.id/2009/01/sajak-untuk-penyair-hati/</link>
		<comments>http://kata.devie.or.id/2009/01/sajak-untuk-penyair-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jan 2009 02:24:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>devie</dc:creator>
				<category><![CDATA[sajak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kata.devie.or.id/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[kau dan aku seperti kehilangan kata terkungkung diam dalam dekapan sunyi entah berapa malam telah terlewati entah pula berapa pagi yang telah berganti sejak bait jinggamu yang terakhir, tak lagi kutemukan rangkaian katamu yang suci apa yang kau pinta duhai &#8230; <a href="http://kata.devie.or.id/2009/01/sajak-untuk-penyair-hati/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>kau dan aku seperti kehilangan kata<br />
terkungkung diam dalam dekapan sunyi<br />
entah berapa malam telah terlewati<br />
entah pula berapa pagi yang telah  berganti<br />
sejak bait jinggamu yang terakhir,<br />
tak lagi kutemukan rangkaian  katamu yang suci</p>
<p>apa yang kau pinta duhai penyair hati<br />
sajak kata yang selama ini kita  bagi<br />
atau sajak kehidupan yang akan kita rangkai berdua,<br />
yang bait dan  rimanya mampu menyatukan rasa</p>
<p>dan pagi ini<br />
pagi kesekian kali lagi,<br />
sejak sajak jinggamu yang  terakhir</p>
<p><em>*cukup dev! ndak usah melankolis sok romantis. enough! kembali fokus sana, fokus ke hal lain yang jelas nyata dan lebih essenstial! enough and stay focus! fight!</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kata.devie.or.id/2009/01/sajak-untuk-penyair-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>rasa dalam kata [3]</title>
		<link>http://kata.devie.or.id/2009/01/rasa-dalam-kata-3/</link>
		<comments>http://kata.devie.or.id/2009/01/rasa-dalam-kata-3/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Jan 2009 12:22:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>devie</dc:creator>
				<category><![CDATA[prosa liris]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kata.devie.or.id/?p=50</guid>
		<description><![CDATA[&#8230; setelah perkenalan singkat yang dipromotori managerku, maka, resmi pula hari pertamaku sebagai orang kantoran. kubikal yang kuperolaeh tidak terlalu mengecewakan, bahkan bisa dibilang cukup menyenangkan. berada di koridor barat, jika kubalikkan badan dan menembus kaca jendela, tampak halaman belakang &#8230; <a href="http://kata.devie.or.id/2009/01/rasa-dalam-kata-3/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8230;</p>
<p>setelah perkenalan singkat yang dipromotori managerku, maka, resmi pula hari  pertamaku sebagai orang kantoran.</p>
<p>kubikal yang kuperolaeh tidak terlalu mengecewakan, bahkan bisa dibilang  cukup menyenangkan. berada di koridor barat, jika kubalikkan badan dan menembus  kaca jendela, tampak halaman belakang SMA 3 kota R, halaman yang disulap menjadi  lapangan basket. kubikal transparan dengan sekat yang bahkan hanya sanggup  melindungi setengah LCD laptopku saat dibuka.</p>
<p>tak banyak yang kuingat di hari pertamaku, hanya Reni, sekretaris departemen  yang kubikalnya tepat berada di samping kananku yang sempat mengajakku  mengobrol, itupun tidak banyak, obrolan pertama mengenai amplop titipan HRD yang  berisi detail account email, intranet dan ID cardku. Roy, yang kubikalnya tepat  berhadapan denganku, bahkan baru bisa kueja namanya dengan benar saat kami  bertemu dalam rapat mingguan di hari Senin berikutnya, itu berarti 4 hari  setelah hari pertamaku.</p>
<p>sebelah kiriku ada kubikal kosong, meja kerja yang tak begitu luas itu penuh  dengan tumpukan dokumen. kertas-kertas yang nantinya menjadi bagian  keseharianku. di depan Reni, sebelah kiri Roy, kubikal kosong tanpa meja, ada  mesin fotokopi disana, serta laci-laci rendah yang berisi ATK. sebelah kanan Roy  adalah kubikal milik Hadi, di hari pertamaku dia tidak kelihatan, sedang di kota  S, di tempat salah satu client kami.</p>
<p>&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kata.devie.or.id/2009/01/rasa-dalam-kata-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

