rasa dalam kata [1]
January 18th, 2009sore ini, seperti sore-sore kemarin, kulangkahkan lagi kakiku ke taman kota, pelan-pelan kususuri jalanan yang sedikit basah, sisa hujan siang ini yang tak begitu deras, kutengadahkan sebentar kepalaku, tampak seperti baru dibersihkan, langit yang bening tanpa awan, kulirik jam tanganku, 17.15, pantas kalau sudah memerah, senja. kupercepat langkahku, tujuanku cuma satu, bangku taman di sisi barat, sisi yang menghadap jalan utama yang membelah kota.
keluar dari Sudirman, nama jalan tempatku bekerja berada, kubelokkan langkahku ke kiri, Letjend Sutoyo, jalan yang tepat di sisi selatan taman, pohon-pohon rindang di sepanjang sisi taman mulai terlihat, sedikit gelap. petang semakin menjadi. jalanan tak begitu ramai, seperti biasa, dan menjadi salah satu alasanku menyukai kota ini, sejak senja pertama yang kunikmati 3 tahun lalu. tidak seperti kota lain di negeriku, kota ini begitu nyaman dilalui dengan jalan kaki, trotoar luas yang rindang, jalanan bersih dan mulus, angkutan massal yang bersahabat, warga yang begitu ramah, dan akhirnya, mau tidak mau, aku harus jatuh cinta juga, pada kota ini, pada senjanya dan nantinya kepada dia, perempuan penunggu senja.
—